TO-7 Pengetahun dan Pemahaman Umum
0 dari 20 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 20 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
Yess, kamu berhasil mencapat poin >= 50%. Selamat ya:)
Yaah, kamu belum berhasil mencapai point >=50%. Ayo coba lagi, dan tetap Semangat ya!
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
(1) Banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia yang berkaitan dengan kesehatan. (2) Kesadaran akan risiko kesehatan yang akan dialami dapat mengubah perilaku masyarakat agar terhindar dari Covid-19. (3) Sementara itu, komunikasi melalui media massa, khususnya media sosial, merupakan hal yang penting untuk mengubah perilaku manusia yang berisiko kesehatan. (4) Media sosial yang memiliki kapasitas untuk diakses oleh jutaan orang secara bersamaan mampu memengaruhi perilaku individu dan komunitas.
(5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat. (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. (7) Selain sebagai media hiburan, media sosial dapat menjadi sumber jawaban alternatif yang berkaitan dengan pertanyaan- pertanyaan keseharian, termasuk pertanyaan dan informasi tentang Covid-19. (8) Jadi, media sosial, jika digunakan dengan baik, dapat menjadi salah satu alat yang mampu mengubah perilaku manusia dalam hidup berdampingan dengan Covid-19.
Perumpamaan pada teks di atas dapat ditemukan pada…
Perumpamaan merupakan perbandingan antara manusia/ benda dengan hal lainnya yang memiliki persamaan sifat. Bentuk perbandingan langsung dinyatakan dengan kata seperti, bagaikan, ibarat, seumpama, bak. Sementara itu, perbandingan secara tidak langsung dinyatakan secara implisit tanpa menggunakan kata perbandingan.
Bentuk perumpamaan ditemukan pada kalimat (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
Perumpamaan merupakan perbandingan antara manusia/ benda dengan hal lainnya yang memiliki persamaan sifat. Bentuk perbandingan langsung dinyatakan dengan kata seperti, bagaikan, ibarat, seumpama, bak. Sementara itu, perbandingan secara tidak langsung dinyatakan secara implisit tanpa menggunakan kata perbandingan.
Bentuk perumpamaan ditemukan pada kalimat (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
(1) Banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia yang berkaitan dengan kesehatan. (2) Kesadaran akan risiko kesehatan yang akan dialami dapat mengubah perilaku masyarakat agar terhindar dari Covid-19. (3) Sementara itu, komunikasi melalui media massa, khususnya media sosial, merupakan hal yang penting untuk mengubah perilaku manusia yang berisiko kesehatan. (4) Media sosial yang memiliki kapasitas untuk diakses oleh jutaan orang secara bersamaan mampu memengaruhi perilaku individu dan komunitas.
(5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat. (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. (7) Selain sebagai media hiburan, media sosial dapat menjadi sumber jawaban alternatif yang berkaitan dengan pertanyaan- pertanyaan keseharian, termasuk pertanyaan dan informasi tentang Covid-19. (8) Jadi, media sosial, jika digunakan dengan baik, dapat menjadi salah satu alat yang mampu mengubah perilaku manusia dalam hidup berdampingan dengan Covid-19. Kata menyesatkan pada kalimat (5) memiliki makna asosiatif dengan kata…
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Dalam kalimat (5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat, menyesatkan bermakna menyebabkan sesat; menyebabkan keliru. Kata menyesatkan berasosiasi dengan kata mengelirukan.
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Dalam kalimat (5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat, menyesatkan bermakna menyebabkan sesat; menyebabkan keliru. Kata menyesatkan berasosiasi dengan kata mengelirukan.
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Tujuan penulisan kalimat (3) pada bacaan di atas adalah untuk…
Kalimat (3) berisi alasan umum menolak agroforestri yang merupakan Jawaban: dari pertanyaan dalam kalimat (1) mengapa petani tidak menanam pohon.
Berdasarkan hubungan kalimatnya, tujuan penulisan kalimat (3) untuk menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan (seperti yang disebutkan pada kalimat (1) dan (2)
Kalimat (3) berisi alasan umum menolak agroforestri yang merupakan Jawaban: dari pertanyaan dalam kalimat (1) mengapa petani tidak menanam pohon.
Berdasarkan hubungan kalimatnya, tujuan penulisan kalimat (3) untuk menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan (seperti yang disebutkan pada kalimat (1) dan (2)
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek pada kalimat (2) akan menjadi benar bila susunannya…
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Dengan kata lain, frasa tidak memi- liki unsur subjek dan predikat.
Susunan frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek tidak tepat karena tidak sejajar. Ketidaksejajaran ini disebabkan oleh perbedaan jenis kata yang digunakan.
meningkatnya tekanan penduduk = frasa kerja/verbal
kekurangan lahan pertanian = frasa benda/ nominal
tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi = frasa benda/nominal
serta menggilir penanaman jangka pendek = frasa kerja/ verbal
Apabila diubah menjadi pola frasa verbal, bentuk kalimatnya tidak tepat karena membutuhkan adanya subjek. Agar susunannya sejajar, frasa tersebut harus diubah menjadi pola frasa yang sama, yakni frasa nominal. Frasa meningkatnya tekanan penduduk menjadi peningkatan tekanan penduduk, sedangkan frasa menggilir penanaman jangka pendek menjadi penggiliran penanaman jangka pendek.
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Dengan kata lain, frasa tidak memi- liki unsur subjek dan predikat.
Susunan frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek tidak tepat karena tidak sejajar. Ketidaksejajaran ini disebabkan oleh perbedaan jenis kata yang digunakan.
meningkatnya tekanan penduduk = frasa kerja/verbal
kekurangan lahan pertanian = frasa benda/ nominal
tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi = frasa benda/nominal
serta menggilir penanaman jangka pendek = frasa kerja/ verbal
Apabila diubah menjadi pola frasa verbal, bentuk kalimatnya tidak tepat karena membutuhkan adanya subjek. Agar susunannya sejajar, frasa tersebut harus diubah menjadi pola frasa yang sama, yakni frasa nominal. Frasa meningkatnya tekanan penduduk menjadi peningkatan tekanan penduduk, sedangkan frasa menggilir penanaman jangka pendek menjadi penggiliran penanaman jangka pendek.
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Gagasan pada paragraf 2 akan menjadi lebih mudah dipahami apabila urutan kalimatnya adalah sebagai berikut…
Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat berdiri sendiri dan bermakna. Dalam kalimat (6) terdapat kata rujukan itu dan kata juga yang membuat kalimat (6) tidak bisa menjadi kalimat utama.
Kalimat (5) merupakan kalimat utama. Kalimat (4) menjelaskan penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai yang disebutkan pada kalimat (5). Kalimat (6) menambahkan informasi pada kalimat (4). Ditutup dengan kalimat (7) yang berisi akibat dari kurangnya motivasi pada kalimat (6).
Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat berdiri sendiri dan bermakna. Dalam kalimat (6) terdapat kata rujukan itu dan kata juga yang membuat kalimat (6) tidak bisa menjadi kalimat utama.
Kalimat (5) merupakan kalimat utama. Kalimat (4) menjelaskan penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai yang disebutkan pada kalimat (5). Kalimat (6) menambahkan informasi pada kalimat (4). Ditutup dengan kalimat (7) yang berisi akibat dari kurangnya motivasi pada kalimat (6).
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Kalimat (4) dan (5) dalam bacaan di atas mengandung hubungan…
Kalimat (5) menyatakan bahwa penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai lahan milik pemerintah. Kalimat (4) hal tersebut (yang disebutkan dalam kalimat 5) menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. Dalam kedua kalimat tersebut terdapat penanda hubungan sebab akibat, yakni sehingga dan menyebabkan. Berdasarkan hal tersebut, hubungan kalimat (4) dan (5) adalah sebab akibat.
Kalimat (5) menyatakan bahwa penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai lahan milik pemerintah. Kalimat (4) hal tersebut (yang disebutkan dalam kalimat 5) menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. Dalam kedua kalimat tersebut terdapat penanda hubungan sebab akibat, yakni sehingga dan menyebabkan. Berdasarkan hal tersebut, hubungan kalimat (4) dan (5) adalah sebab akibat.
(1) Ucapan orang tua seperti “Singkirkan ponselmu!”, “Tidak ada lagi video game!”, “Sepuluh menit lagi YouTube selesai!” sering didengar oleh anak-anak di era internet. (2) Ucapan tersebut bermaksud baik mengingat masalah dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel yang berlebihan. (3) Masalah ketakutan akan “kecanduan teknologi” yang meluas dan bertahan lama adalah hal yang berlebihan. (4) Untuk mengungkapkan bagaimana teknologi digital berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa, suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder. (5) Penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan semacam itu hanya berdampak kecil pada penggunaan teknologi di kemudian hari. (6) Apakah banyak orang kecanduan teknologi saat remaja dan tetap kecanduan hingga dewasa? (7) Menurut Stefanie Molborn, profesor sosiologi di Institute of Behavioral Science, jawabannya adalah tidak. (8) “Kami menemukan bahwa hanya ada hubungan yang lemah antara penggunaan teknologi awal dan penggunaan teknologi di kemudian hari.
(9) Apa yang kita lakukan sebagai orang tua kurang penting daripada apa yang sebagian besar dari kita yakini.” Apabila gagasan pada bacaan di atas dipisahkan menjadi dua paragraf, pengelompokan kalimat- kalimatnya agar gagasan pada masing-masing paragraf padu dan utuh adalah…
Paragraf 1 diawali oleh kalimat (1) yang membahas masalah ucapan orang tua terhadap anak-anaknya dan ketakutan akan kecanduan teknologi yang diperkuat dengan sebuah penelitian pada kalimat (2), (3), (4), dan (5).
Paragraf 2 diawali oleh kalimat (6) yang menjelaskan apakah kecanduan teknologi akan berlangsung dalam jangka panjang disertai dengan pendapat ahli pada kalimat (7), (8), dan (9).
Paragraf 1 diawali oleh kalimat (1) yang membahas masalah ucapan orang tua terhadap anak-anaknya dan ketakutan akan kecanduan teknologi yang diperkuat dengan sebuah penelitian pada kalimat (2), (3), (4), dan (5).
Paragraf 2 diawali oleh kalimat (6) yang menjelaskan apakah kecanduan teknologi akan berlangsung dalam jangka panjang disertai dengan pendapat ahli pada kalimat (7), (8), dan (9).
(1) Ucapan orang tua seperti “Singkirkan ponselmu!”, “Tidak ada lagi video game!”, “Sepuluh menit lagi YouTube selesai!” sering didengar oleh anak-anak di era internet. (2) Ucapan tersebut bermaksud baik mengingat masalah dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel yang berlebihan. (3) Masalah ketakutan akan “kecanduan teknologi” yang meluas dan bertahan lama adalah hal yang berlebihan. (4) Untuk mengungkapkan bagaimana teknologi digital berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa, suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder. (5) Penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan semacam itu hanya berdampak kecil pada penggunaan teknologi di kemudian hari. (6) Apakah banyak orang kecanduan teknologi saat remaja dan tetap kecanduan hingga dewasa? (7) Menurut Stefanie Molborn, profesor sosiologi di Institute of Behavioral Science, jawabannya adalah tidak. (8) “Kami menemukan bahwa hanya ada hubungan yang lemah antara penggunaan teknologi awal dan penggunaan teknologi di kemudian hari.
(9) Apa yang kita lakukan sebagai orang tua kurang penting daripada apa yang sebagian besar dari kita yakini.” Ungkapan suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder pada kalimat (4) dapat disempurnakan menjadi…
Ungkapan suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder memiliki kata kerja bentuk pasif, yakni dilakukan. Sebagai variasinya, kita bisa mengubahnya menjadi kata kerja berbentuk aktif tanpa memengaruhi maknanya, yakni melakukan => University of Colorado, Boulder melakukan suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa muda.
Ungkapan suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder memiliki kata kerja bentuk pasif, yakni dilakukan. Sebagai variasinya, kita bisa mengubahnya menjadi kata kerja berbentuk aktif tanpa memengaruhi maknanya, yakni melakukan => University of Colorado, Boulder melakukan suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa muda.
(1) Ucapan orang tua seperti “Singkirkan ponselmu!”, “Tidak ada lagi video game!”, “Sepuluh menit lagi YouTube selesai!” sering didengar oleh anak-anak di era internet. (2) Ucapan tersebut bermaksud baik mengingat masalah dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel yang berlebihan. (3) Masalah ketakutan akan “kecanduan teknologi” yang meluas dan bertahan lama adalah hal yang berlebihan. (4) Untuk mengungkapkan bagaimana teknologi digital berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa, suatu penelitian baru terhadap 1.200 orang dewasa dilakukan oleh University of Colorado, Boulder. (5) Penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan semacam itu hanya berdampak kecil pada penggunaan teknologi di kemudian hari. (6) Apakah banyak orang kecanduan teknologi saat remaja dan tetap kecanduan hingga dewasa? (7) Menurut Stefanie Molborn, profesor sosiologi di Institute of Behavioral Science, jawabannya adalah tidak. (8) “Kami menemukan bahwa hanya ada hubungan yang lemah antara penggunaan teknologi awal dan penggunaan teknologi di kemudian hari.
(9) Apa yang kita lakukan sebagai orang tua kurang penting daripada apa yang sebagian besar dari kita yakini.” Dari bacaan di atas, kalimat yang berpola dasar sama dengan pola dasar kalimat Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan perusahaan farmasi melakukan uji klinis vaksin Covid-19, adalah…
Pemerintah Indonesia (subjek) bekerja sama (predikat) dengan perusahaan farmasi melakukan uji klinis vaksin Covid-19 (keterangan). Bentuk predikat bekerja sama => ber + kerja sama
Kalimat (2) bermaksud baik => ber + maksud baik
Kalimat (3) adalah => verba kopula
Kalimat (5) menunjukkan => me + tunjuk + kan
Kalimat (7) adalah => verba kopula
Kalimat (8) menemukan => me + temu + kan
Dari beberapa bentuk predikat di atas, predikat dalam kalimat (2) menunjukkan bentuk yang sama dan hanya satu-satunya kata kerja yang berimbuhan ber-. Predikat dalam kalimat (5) dan (8) merupakan verba aktif transitif yang memerlukan adanya objek, sedangkan predikat dalam kalimat (3) dan (7) merupakan verba kopula yang diikuti oleh pelengkap.
Ucapan tersebut (subjek) bermaksud baik (predikat) mengingat masalah dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel yang berlebihan (keterangan).
Pemerintah Indonesia (subjek) bekerja sama (predikat) dengan perusahaan farmasi melakukan uji klinis vaksin Covid-19 (keterangan). Bentuk predikat bekerja sama => ber + kerja sama
Kalimat (2) bermaksud baik => ber + maksud baik
Kalimat (3) adalah => verba kopula
Kalimat (5) menunjukkan => me + tunjuk + kan
Kalimat (7) adalah => verba kopula
Kalimat (8) menemukan => me + temu + kan
Dari beberapa bentuk predikat di atas, predikat dalam kalimat (2) menunjukkan bentuk yang sama dan hanya satu-satunya kata kerja yang berimbuhan ber-. Predikat dalam kalimat (5) dan (8) merupakan verba aktif transitif yang memerlukan adanya objek, sedangkan predikat dalam kalimat (3) dan (7) merupakan verba kopula yang diikuti oleh pelengkap.
Ucapan tersebut (subjek) bermaksud baik (predikat) mengingat masalah dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel yang berlebihan (keterangan).
(1) Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada Tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Dari definisi itu, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. (3) Namun, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. (4) Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2016 tentang perilaku literasi menempatkan Indonesia berada di posisi ke- 61 dari 62 negara. (5) Data ini menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. (6) Keluarga merupakan lembaga pendidikan informal yang berperan paling penting dalam pengembangan literasi karena keluarga, terutama ibu, adalah sekolah pertama bagi anak dan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan anak. (7) Keluargadi rumah adalah wadah efektif yang memiliki kuantitas waktu lebih banyak dibandingkan pendidikan formal sehingga diharapkan mampu menjadi penggerak literasi bagi anak. (8) Oleh karena itu, literasi pertama kali harus dimulai dari keluarga sebagai pilar utama penggerak literasi, yang selanjutnya akan menular kepada masyarakat dan berakhir dengan terbentuknya budaya berliterasi tinggi. Dari bacaan di atas, frasa yang berpola makna sama dengan frasa wawasan budaya adalah…
Frasa adalah kumpulan kata dalam satu pola. Cara mencari frasa sebentuk, yaitu:
1) Menentukan jenis kata (kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan)
2) Menentukan inti dan penjelas
3) Menentukan jenis kata dasar dan kata berimbuhan
4) Menentukan jenis frasa wawasan (kata benda) budaya (kata benda)
istilah (kata benda) umum (kata sifat)
sekolah (kata benda) pertama (kata bilangan)
perilaku (kata benda) literasi (kata benda)
pendidikan (benda) formal (kata sifat)
wadah (kata benda) efektif (kata sifat)
Jadi, jenis frasa yang sepola dengan frasa wawasan budaya, yaitu frasa perilaku literasi.
Frasa adalah kumpulan kata dalam satu pola. Cara mencari frasa sebentuk, yaitu:
1) Menentukan jenis kata (kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan)
2) Menentukan inti dan penjelas
3) Menentukan jenis kata dasar dan kata berimbuhan
4) Menentukan jenis frasa wawasan (kata benda) budaya (kata benda)
istilah (kata benda) umum (kata sifat)
sekolah (kata benda) pertama (kata bilangan)
perilaku (kata benda) literasi (kata benda)
pendidikan (benda) formal (kata sifat)
wadah (kata benda) efektif (kata sifat)
Jadi, jenis frasa yang sepola dengan frasa wawasan budaya, yaitu frasa perilaku literasi.
(1) Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada Tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Dari definisi itu, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. (3) Namun, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. (4) Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2016 tentang perilaku literasi menempatkan Indonesia berada di posisi ke- 61 dari 62 negara. (5) Data ini menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. (6) Keluarga merupakan lembaga pendidikan informal yang berperan paling penting dalam pengembangan literasi karena keluarga, terutama ibu, adalah sekolah pertama bagi anak dan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan anak. (7) Keluargadi rumah adalah wadah efektif yang memiliki kuantitas waktu lebih banyak dibandingkan pendidikan formal sehingga diharapkan mampu menjadi penggerak literasi bagi anak. (8) Oleh karena itu, literasi pertama kali harus dimulai dari keluarga sebagai pilar utama penggerak literasi, yang selanjutnya akan menular kepada masyarakat dan berakhir dengan terbentuknya budaya berliterasi tinggi. Kalimat yang tidak logis dalam bacaan di atas adalah…
Kalimat tidak logis adalah kalimat yang tidak masuk akal. Kalimat logis merupakan salah satu syarat kalimat efektif. Penyebab kalimat tidak logis adalah pilihan kata yang kurang tepat atau salah satu unsur kalimat (S atau P) tidak ada. Kalimat yang tidak logis dalam bacaan tersebut adalah kalimat (4) Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2016 tentang perilaku literasi menempatkan Indonesia… Kalimat tersebut tidak memiliki unsur S atau pelaku yang menempatkan Indonesia.
Kalimat tidak logis adalah kalimat yang tidak masuk akal. Kalimat logis merupakan salah satu syarat kalimat efektif. Penyebab kalimat tidak logis adalah pilihan kata yang kurang tepat atau salah satu unsur kalimat (S atau P) tidak ada. Kalimat yang tidak logis dalam bacaan tersebut adalah kalimat (4) Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2016 tentang perilaku literasi menempatkan Indonesia… Kalimat tersebut tidak memiliki unsur S atau pelaku yang menempatkan Indonesia.
(1) Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada Tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Dari definisi itu, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. (3) Namun, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. (4) Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2016 tentang perilaku literasi menempatkan Indonesia berada di posisi ke- 61 dari 62 negara. (5) Data ini menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. (6) Keluarga merupakan lembaga pendidikan informal yang berperan paling penting dalam pengembangan literasi karena keluarga, terutama ibu, adalah sekolah pertama bagi anak dan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan anak. (7) Keluargadi rumah adalah wadah efektif yang memiliki kuantitas waktu lebih banyak dibandingkan pendidikan formal sehingga diharapkan mampu menjadi penggerak literasi bagi anak. (8) Oleh karena itu, literasi pertama kali harus dimulai dari keluarga sebagai pilar utama penggerak literasi, yang selanjutnya akan menular kepada masyarakat dan berakhir dengan terbentuknya budaya berliterasi tinggi. Bentuk ke-an pada kata kemampuan pada kalimat (2) mempunyai kesamaan makna dengan bentuk ke-an dalam kalimat…
Ke-an pada kata kemampuan bermakna kesanggupan; kecakapan semakna dengan ke-an pada kata kebolehan (kepandaian; kemampuan; kebisaan) Kebahagiaan bermakna keadaan bahagia Kemandirian bermakna hal atau keadaan bisa berdiri sendiri tanpa bergantung Keuntungan bermakna hal mendapat untung Keadaan bermakna perihal (suatu benda)
Ke-an pada kata kemampuan bermakna kesanggupan; kecakapan semakna dengan ke-an pada kata kebolehan (kepandaian; kemampuan; kebisaan) Kebahagiaan bermakna keadaan bahagia Kemandirian bermakna hal atau keadaan bisa berdiri sendiri tanpa bergantung Keuntungan bermakna hal mendapat untung Keadaan bermakna perihal (suatu benda)
Pengambilan sampel tanpa memahami struktur hidung bisa menyebabkan kesakitan. Risiko pendarahan bisa terjadi jika tangkai swab mengenai pembuluh darah.
PERINGATAN!
Masyarakat tidak boleh sembarangan membeli alat kesehatan.
Alat kesehatan seperti alat tes rapid antigen tidak boleh dibeli dan dipakai secara mandiri.
Semua alat kesehatan yang telah mendapat izin edar tercatat dalam info alkes kemenkes.go.id. Kata memahami pada kalimat “Pengambilan sampel tanpa memahami struktur hidung bisa menyebabkan kesakitan” memiliki makna…
Dalam KBBI, kata memahami bermakna mengetahui; mengerti benar. Sesuai dengan konteks kalimat tersebut, kata memahami bermakna mengetahui.
Dalam KBBI, kata memahami bermakna mengetahui; mengerti benar. Sesuai dengan konteks kalimat tersebut, kata memahami bermakna mengetahui.
(1) Pemilihan lirik Bahasa dengan Inggris memperlihatkan keinginan para penyanyi ini untuk memperluas jangkauan karyanya hingga tataran global. (2) Selain itu, internet pun membuka peluang para penyanyi pop memasarkan karya-karyanya. (3) Beberapa musisi memang terikat pada kepentingan label besar, tetapi mereka tetap dapat menggunakan pendekatan ala musisi independen dalam menjual karyanya. (4) Mereka memanfaatkan layanan streaming dan menciptakan gimmick. (5) Mereka pun dapat membuat video klip sekreatif mungkin sebelum nantinya diunggah ke media sosial. Kata terikat dalam kalimat (3) berasosiasi dengan…
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Kata terikat kalimat (9) memiliki makna asosiatif dengan kata kontrak dalam konteks kalimat tersebut.
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Kata terikat kalimat (9) memiliki makna asosiatif dengan kata kontrak dalam konteks kalimat tersebut.
(1) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. (2) Dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. (3) Pada kondisi khusus, satuan pendidikan dalam pelaksanaan pembelajaran dapat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. (4) Ketiga opsi pelaksanaan kurikulum tersebut berlaku untuk semua jenjang pendidikan dan semua zona. (5) Satuan pendidikan dapat memilih salah satu opsi tersebut sebagai upaya relaksasi dan adaptasi pembelajaran dalam kondisi khusus, seperti saat terjadi bencana. (6) Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, guru diimbau untuk melakukan asesmen diagnostik. (7) Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan nonkognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh. (8) Asesmen nonkognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa, misalnya kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa. Apabila gagasan pada bacaan tersebut dipisahkan menjadi dua paragraf yang padu dan utuh, pengelompokan kalimatnya adalah…
Paragraf 1 diawali oleh kalimat (1) yang membahas masalah Kemendikbud menerbitkan pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusu yang dijelaskan lebih rinci pada kalimat (2), (3), (4), dan (5).
Paragraf 2 diawali oleh kalimat (6) yang menjelaskan guru perlu melakukan asesmen diagnostik untuk membantu siswa, pada kalimat (7), dan (8) dijelaskan asesmen diagnostiknya.
Paragraf 1 diawali oleh kalimat (1) yang membahas masalah Kemendikbud menerbitkan pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusu yang dijelaskan lebih rinci pada kalimat (2), (3), (4), dan (5).
Paragraf 2 diawali oleh kalimat (6) yang menjelaskan guru perlu melakukan asesmen diagnostik untuk membantu siswa, pada kalimat (7), dan (8) dijelaskan asesmen diagnostiknya.
(1) Banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia yang berkaitan dengan kesehatan. (2) Kesadaran akan risiko kesehatan yang akan dialami dapat mengubah perilaku masyarakat agar terhindar dari Covid-19. (3) Sementara itu, komunikasi melalui media massa, khususnya media sosial, merupakan hal yang penting untuk mengubah perilaku manusia yang berisiko kesehatan. (4) Media sosial yang memiliki kapasitas untuk diakses oleh jutaan orang secara bersamaan mampu memengaruhi perilaku individu dan komunitas.
(5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat. (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. (7) Selain sebagai media hiburan, media sosial dapat menjadi sumber jawaban alternatif yang berkaitan dengan pertanyaan- pertanyaan keseharian, termasuk pertanyaan dan informasi tentang Covid-19. (8) Jadi, media sosial, jika digunakan dengan baik, dapat menjadi salah satu alat yang mampu mengubah perilaku manusia dalam hidup berdampingan dengan Covid-19.
Perumpamaan pada teks di atas dapat ditemukan pada…
Perumpamaan merupakan perbandingan antara manusia/ benda dengan hal lainnya yang memiliki persamaan sifat. Bentuk perbandingan langsung dinyatakan dengan kata seperti, bagaikan, ibarat, seumpama, bak. Sementara itu, perbandingan secara tidak langsung dinyatakan secara implisit tanpa menggunakan kata perbandingan.
Bentuk perumpamaan ditemukan pada kalimat (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
Perumpamaan merupakan perbandingan antara manusia/ benda dengan hal lainnya yang memiliki persamaan sifat. Bentuk perbandingan langsung dinyatakan dengan kata seperti, bagaikan, ibarat, seumpama, bak. Sementara itu, perbandingan secara tidak langsung dinyatakan secara implisit tanpa menggunakan kata perbandingan.
Bentuk perumpamaan ditemukan pada kalimat (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
(1) Banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia yang berkaitan dengan kesehatan. (2) Kesadaran akan risiko kesehatan yang akan dialami dapat mengubah perilaku masyarakat agar terhindar dari Covid-19. (3) Sementara itu, komunikasi melalui media massa, khususnya media sosial, merupakan hal yang penting untuk mengubah perilaku manusia yang berisiko kesehatan. (4) Media sosial yang memiliki kapasitas untuk diakses oleh jutaan orang secara bersamaan mampu memengaruhi perilaku individu dan komunitas.
(5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat. (6) Media sosial yang menjadi salah satu sumber informasi kesehatan bagi mayoritas orang Indonesia telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat, terutama dalam hal perubahan perilaku yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. (7) Selain sebagai media hiburan, media sosial dapat menjadi sumber jawaban alternatif yang berkaitan dengan pertanyaan- pertanyaan keseharian, termasuk pertanyaan dan informasi tentang Covid-19. (8) Jadi, media sosial, jika digunakan dengan baik, dapat menjadi salah satu alat yang mampu mengubah perilaku manusia dalam hidup berdampingan dengan Covid-19. Kata menyesatkan pada kalimat (5) memiliki makna asosiatif dengan kata…
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Dalam kalimat (5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat, menyesatkan bermakna menyebabkan sesat; menyebabkan keliru. Kata menyesatkan berasosiasi dengan kata mengelirukan.
Makna asosiasi dapat dimaknai sebagai makna kiasan (bukan makna yang sebenarnya). Makna asosiatif merupakan pergeseran makna dari suatu kata yang timbul akibat adanya persamaan sifat. Dalam kalimat (5) Akan tetapi, berita atau informasi kesehatan dan perkembangan dunia medis dalam media sosial tidak hanya dapat menyelamatkan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan masyarakat, menyesatkan bermakna menyebabkan sesat; menyebabkan keliru. Kata menyesatkan berasosiasi dengan kata mengelirukan.
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Tujuan penulisan kalimat (3) pada bacaan di atas adalah untuk…
Kalimat (3) berisi alasan umum menolak agroforestri yang merupakan Jawaban: dari pertanyaan dalam kalimat (1) mengapa petani tidak menanam pohon.
Berdasarkan hubungan kalimatnya, tujuan penulisan kalimat (3) untuk menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan (seperti yang disebutkan pada kalimat (1) dan (2)
Kalimat (3) berisi alasan umum menolak agroforestri yang merupakan Jawaban: dari pertanyaan dalam kalimat (1) mengapa petani tidak menanam pohon.
Berdasarkan hubungan kalimatnya, tujuan penulisan kalimat (3) untuk menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan (seperti yang disebutkan pada kalimat (1) dan (2)
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek pada kalimat (2) akan menjadi benar bila susunannya…
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Dengan kata lain, frasa tidak memi- liki unsur subjek dan predikat.
Susunan frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek tidak tepat karena tidak sejajar. Ketidaksejajaran ini disebabkan oleh perbedaan jenis kata yang digunakan.
meningkatnya tekanan penduduk = frasa kerja/verbal
kekurangan lahan pertanian = frasa benda/ nominal
tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi = frasa benda/nominal
serta menggilir penanaman jangka pendek = frasa kerja/ verbal
Apabila diubah menjadi pola frasa verbal, bentuk kalimatnya tidak tepat karena membutuhkan adanya subjek. Agar susunannya sejajar, frasa tersebut harus diubah menjadi pola frasa yang sama, yakni frasa nominal. Frasa meningkatnya tekanan penduduk menjadi peningkatan tekanan penduduk, sedangkan frasa menggilir penanaman jangka pendek menjadi penggiliran penanaman jangka pendek.
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Dengan kata lain, frasa tidak memi- liki unsur subjek dan predikat.
Susunan frasa meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek tidak tepat karena tidak sejajar. Ketidaksejajaran ini disebabkan oleh perbedaan jenis kata yang digunakan.
meningkatnya tekanan penduduk = frasa kerja/verbal
kekurangan lahan pertanian = frasa benda/ nominal
tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi = frasa benda/nominal
serta menggilir penanaman jangka pendek = frasa kerja/ verbal
Apabila diubah menjadi pola frasa verbal, bentuk kalimatnya tidak tepat karena membutuhkan adanya subjek. Agar susunannya sejajar, frasa tersebut harus diubah menjadi pola frasa yang sama, yakni frasa nominal. Frasa meningkatnya tekanan penduduk menjadi peningkatan tekanan penduduk, sedangkan frasa menggilir penanaman jangka pendek menjadi penggiliran penanaman jangka pendek.
(1) Pada penelitian yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan mendokumentasikan praktik-praktik agroforesti di dua daerah tropis di Asia yang berbeda-lembah Gunung Salak di Provinsi Jawa Barat dan Distrik Khagrachhari di Bangladesh bagian timur-untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa petani tidak menanam pohon. (2) Kedua tempat yang diteliti memiliki empat tantangan utama dalam pemanfaatan lahan: meningkatnya tekanan penduduk, kekurangan lahan pertanian, tingkat deforestasi dan degradasi yang tinggi, serta menggilir penanaman jangka pendek. (3) Meskipun agroforestri memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan ketahanan bentang alam dan keragaman mata pencaharian, alasan paling umum di daerah ini menolak agroforestri adalah karena kurangnya motivasi.
(4) Hal ini sebagian besar menyebabkan ketidakjelasan hak lahan. (5) Secara hukum, tanah penduduk lokal menjadi milik pemerintah sehingga mereka hanya memiliki hak guna pakai. (6) Selain itu, tradisi penanaman tanaman pangan lokal juga menyebabkan kurangnya motivasi. (7) Akibatnya, sebagian petani tidak ingin mengubah cara pergiliran penanaman yang biasa mereka lakukan-sebuah cara yang dipakai di kedua negara, yaitu lahan dibuka untuk ditanami melalui pembakaran. Gagasan pada paragraf 2 akan menjadi lebih mudah dipahami apabila urutan kalimatnya adalah sebagai berikut…
Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat berdiri sendiri dan bermakna. Dalam kalimat (6) terdapat kata rujukan itu dan kata juga yang membuat kalimat (6) tidak bisa menjadi kalimat utama.
Kalimat (5) merupakan kalimat utama. Kalimat (4) menjelaskan penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai yang disebutkan pada kalimat (5). Kalimat (6) menambahkan informasi pada kalimat (4). Ditutup dengan kalimat (7) yang berisi akibat dari kurangnya motivasi pada kalimat (6).
Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat berdiri sendiri dan bermakna. Dalam kalimat (6) terdapat kata rujukan itu dan kata juga yang membuat kalimat (6) tidak bisa menjadi kalimat utama.
Kalimat (5) merupakan kalimat utama. Kalimat (4) menjelaskan penduduk lokal hanya memiliki hak guna pakai yang disebutkan pada kalimat (5). Kalimat (6) menambahkan informasi pada kalimat (4). Ditutup dengan kalimat (7) yang berisi akibat dari kurangnya motivasi pada kalimat (6).