TO-6 Literasi dalam Bahasa Indonesia
0 dari 30 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 30 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
Yess, kamu berhasil mencapat poin >= 50%. Selamat ya:)
Yaah, kamu belum berhasil mencapai point >=50%. Ayo coba lagi, dan tetap Semangat ya!
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
Tahun 2023 Indonesia menghadapi dampak fenomena El Nino berupa musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Fenomena El Nino ini berdampak pada kondisi cuaca yang lebih kering sehingga curah hujan berkurang, tutupan awan berkurang, dan suhu meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2023 akan lebih kering dari kondisi normal, bahkan lebih kering dari tiga tahun sebelumnya.
hingga Hasil monitoring BMKG pertengahan bulan Juli 2023 menemukan sebanyak 63% zona musim telah memasuki musim kemarau. Beberapa daerah yang terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatra meliputi Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung; seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi tenggara. Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem. Prakiraan curah hujan bulanan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan kategori rendah, bahkan sebagian lainnya akan mengalami kondisi tanpa hujan sama sekali hingga bulan Oktober 2023. Masyarakat Indonesia harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana kekeringan.
Bencana kekeringan tentu menimbulkan gangguan pada berbagai sektor kehidupan.
Sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino adalah sektor pertanian, utamanya tanaman pangan semusim yang sangat tergantung pada ketersediaan air. Dengan demikian, rendahnya curah hujan akan mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan pada gilirannya petani mengalami gagal panen. Kemarau panjang harus diantisipasi dengan ketahanan pangan komoditas utama.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG mendorong pemerintah daerah, khususnya daerah yang diprediksi terdampak serius, untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin. Mitigasi bertujuan untuk memastikan ketercukupan ketersediaan air. Caranya dengan melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk menghadapi puncak kemarau. Upaya lain yang terkait dengan penyediaan air, BNPB bekerja sama dengan BMKG dan BRIN melakukan rekayasa menurunkan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menambah suplai air pada danau, embung, sungai, dan sumur. Aksi kesiapsiagaan dilakukan dengan mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB telah melakukan apel kesiapsiagaan di enam provinsi prioritas rawan karhutla, seperti Sumsel, Riau, Jambi, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.
Fenomena El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2023 yang secara spesifik mengakibatkan petani mengalami gagal panen adalah…
Berdasarkan informasi dalam paragraf ketiga: rendahnya curah hujan akan mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan pada gilirannya petani mengalami gagal panen. Jadi, fenomena El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2023 yang secara spesifik mengakibatkan petani mengalami gagal panen adalah mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan.
Berdasarkan informasi dalam paragraf ketiga: rendahnya curah hujan akan mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan pada gilirannya petani mengalami gagal panen. Jadi, fenomena El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2023 yang secara spesifik mengakibatkan petani mengalami gagal panen adalah mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan.
Tahun 2023 Indonesia menghadapi dampak fenomena El Nino berupa musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Fenomena El Nino ini berdampak pada kondisi cuaca yang lebih kering sehingga curah hujan berkurang, tutupan awan berkurang, dan suhu meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2023 akan lebih kering dari kondisi normal, bahkan lebih kering dari tiga tahun sebelumnya.
hingga Hasil monitoring BMKG pertengahan bulan Juli 2023 menemukan sebanyak 63% zona musim telah memasuki musim kemarau. Beberapa daerah yang terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatra meliputi Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung; seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi tenggara. Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem. Prakiraan curah hujan bulanan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan kategori rendah, bahkan sebagian lainnya akan mengalami kondisi tanpa hujan sama sekali hingga bulan Oktober 2023. Masyarakat Indonesia harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana kekeringan.
Bencana kekeringan tentu menimbulkan gangguan pada berbagai sektor kehidupan.
Sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino adalah sektor pertanian, utamanya tanaman pangan semusim yang sangat tergantung pada ketersediaan air. Dengan demikian, rendahnya curah hujan akan mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan pada gilirannya petani mengalami gagal panen. Kemarau panjang harus diantisipasi dengan ketahanan pangan komoditas utama.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG mendorong pemerintah daerah, khususnya daerah yang diprediksi terdampak serius, untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin. Mitigasi bertujuan untuk memastikan ketercukupan ketersediaan air. Caranya dengan melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk menghadapi puncak kemarau. Upaya lain yang terkait dengan penyediaan air, BNPB bekerja sama dengan BMKG dan BRIN melakukan rekayasa menurunkan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menambah suplai air pada danau, embung, sungai, dan sumur. Aksi kesiapsiagaan dilakukan dengan mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB telah melakukan apel kesiapsiagaan di enam provinsi prioritas rawan karhutla, seperti Sumsel, Riau, Jambi, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.
Menurut bacaan, untuk menghadapi fenomena El Nino perlu dilakukan upaya mitigasi dan aksi kesiapsiagaan. Hal ini perlu dilakukan karena El Nino secara langsung mengakibatkan…
Berdasarkan paragraf terakhir, cara mitigasinya melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk menghadapi puncak kemarau dan aksi kesiapsiagaannya dilakukan dengan mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut bacaan, untuk menghadapi fenomena El Nino perlu dilakukan upaya mitigasi dan aksi kesiapsiagaan karena El Nino secara langsung mengakibatkan kurangnya curah hujan yang menimbulkan kekeringan lahan pertanian.
Berdasarkan paragraf terakhir, cara mitigasinya melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk menghadapi puncak kemarau dan aksi kesiapsiagaannya dilakukan dengan mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut bacaan, untuk menghadapi fenomena El Nino perlu dilakukan upaya mitigasi dan aksi kesiapsiagaan karena El Nino secara langsung mengakibatkan kurangnya curah hujan yang menimbulkan kekeringan lahan pertanian.
Ungkapan “nasi adalah fondasi” mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berkala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing- masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri. Segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena…
Informasi tentang beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani terdapat dalam paragraf pertama: beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani.
Informasi tentang beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani terdapat dalam paragraf pertama: beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani.
Ungkapan “nasi adalah fondasi” mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berkala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing- masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri. Segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Ungkapan “nasi adalah fondasi dalam bacaan bermakna pentingnya komoditas pokok ini bagi masyarakat Indonesia karena…
Berdasarkan paragraf pertama: Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Jadi, jawaban yang tepat adalah beras merupakan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan.
Berdasarkan paragraf pertama: Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Jadi, jawaban yang tepat adalah beras merupakan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan.
Ungkapan “nasi adalah fondasi” mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berkala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing- masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri. Segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Dampak maraknya urbanisasi terhadap sektor beras di Indonesia ditandai oleh…
Informasi tentang maraknya urbanisasi terdapat dalam paragraf ketiga: Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional. Kemudian ada pernyataan Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Jadi, dampak maraknya urbanisasi terhadap sektor beras di Indonesia ditandai oleh terjadinya penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional tanpa peningkatan produktivitas.
Informasi tentang maraknya urbanisasi terdapat dalam paragraf ketiga: Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional. Kemudian ada pernyataan Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Jadi, dampak maraknya urbanisasi terhadap sektor beras di Indonesia ditandai oleh terjadinya penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional tanpa peningkatan produktivitas.
Ungkapan “nasi adalah fondasi” mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berkala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing- masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri. Segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan produksi beras di Indonesia adalah…
Informasi tentang tantangan dalam meningkatkan produksi beras terdapat dalam paragraf terakhir: Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana. Jadi, tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan produksi beras di Indonesia adalah penurunan luas panen, perubahan iklim, dan kontribusi terhadap emisi karbon.
Informasi tentang tantangan dalam meningkatkan produksi beras terdapat dalam paragraf terakhir: Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana. Jadi, tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan produksi beras di Indonesia adalah penurunan luas panen, perubahan iklim, dan kontribusi terhadap emisi karbon.
Ungkapan “nasi adalah fondasi” mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berkala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing- masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri. Segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Alasan utama kebuntuan. upaya mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan adalah….
Informasi tentang kebuntuan upaya mentransformasi sektor beras terdapat dalam paragraf pertama: Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Dari informasi tersebut, kita ketahui alasan utama kebuntuan upaya mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan adalah harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan daya beli masyarakat miskin, tetapi beras menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani.
Informasi tentang kebuntuan upaya mentransformasi sektor beras terdapat dalam paragraf pertama: Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Dari informasi tersebut, kita ketahui alasan utama kebuntuan upaya mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan adalah harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan daya beli masyarakat miskin, tetapi beras menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani.
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata- rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.
Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Simbol salah satu mineral yang terkandung dalam susu sesuai dengan bacaan di atas adalah ….
Kalimat yang menunjukkan jenis-jenis mineral dalam susu sapi, ditunjukkan pada paragraf 2 dalam kalimat Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Simbol- sombol yang tepat dalah sebagai berikut: kalsium (Ca), fosfor (P), natrium (Na), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn).
Jadi, simbol salah satu mineral yang terkandung dalam susu sesuai dengan bacaan di atas adalah tembaga (Cu).
Kalimat yang menunjukkan jenis-jenis mineral dalam susu sapi, ditunjukkan pada paragraf 2 dalam kalimat Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Simbol- sombol yang tepat dalah sebagai berikut: kalsium (Ca), fosfor (P), natrium (Na), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn).
Jadi, simbol salah satu mineral yang terkandung dalam susu sesuai dengan bacaan di atas adalah tembaga (Cu).
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata- rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.
Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Menurut bacaan, senyawa karbohidrat yang terdapat dalam susu sapi murni adalah…..
Informasi paragraf kedua kalimat (1) menyatakan “Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain”. Berdasarkan informasi tersebut, senyawa karbohidrat yang terdapat dalam susu sapi murni adalah laktosa. Laktosa adalah jenis senyawa karbohidrat disakarida.
Informasi paragraf kedua kalimat (1) menyatakan “Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain”. Berdasarkan informasi tersebut, senyawa karbohidrat yang terdapat dalam susu sapi murni adalah laktosa. Laktosa adalah jenis senyawa karbohidrat disakarida.
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata- rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.
Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Pernyataan yang benar tentang peroksidase dan lipase yang terdapat dalam susu adalah ….
Pernyataan yang tepat tentang peroksidase dan lipase yang terdapat dalam susu sesuai dengan bacaan tersebut adalah peroksidase dan lipase merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalisator. Biokatalisator adalah enzim alami yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh tanpa harus mengalami perubahan struktur kimia, contoh biokatalisator adalah enzim, seperti enzim lipase, peroksidase, dan amilase.
Pernyataan yang tepat tentang peroksidase dan lipase yang terdapat dalam susu sesuai dengan bacaan tersebut adalah peroksidase dan lipase merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalisator. Biokatalisator adalah enzim alami yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh tanpa harus mengalami perubahan struktur kimia, contoh biokatalisator adalah enzim, seperti enzim lipase, peroksidase, dan amilase.
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata- rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.
Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi mengakibatkan…..
Berdasarkan konteks bacaan tersebut telah dijelaskan bahwa peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi. Kedua enzim ini memang mengalami denaturasi pada tahap pasteurisasi. Jika pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi maka akan mengakibatkan enzim tersebut mengalami kerusakan.
Jadi, jawaban yang tepat adalah denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu.
Berdasarkan konteks bacaan tersebut telah dijelaskan bahwa peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi. Kedua enzim ini memang mengalami denaturasi pada tahap pasteurisasi. Jika pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi maka akan mengakibatkan enzim tersebut mengalami kerusakan.
Jadi, jawaban yang tepat adalah denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu.
Sempat redup beberapa bulan, kini tayangan iklan judi online (judol) kembali marak menghiasi layar gawai masyarakat. Materi iklannya masih sama, berisi rayuan untuk kembali mempertaruhkan uang, bahkan kini lebih berani dengan menyematkan tagline ‘pasti menang. Sebuah materi iklan yang sudah sangat kuno, tetapi ternyata masih terbukti ampuh bagi yang berakal pendek. Sudah bisa dipastikan, maraknya kembali iklan judi itu tak lepas dari kelengahan pemerintah dan penegak hukum. Para bandar judi, termasuk masyarakat, sejak awal sudah bisa membaca kebiasaan negara ini dalam menegakkan aturan. Hangat- hangat tahi ayam, demikian kata peribahasa. Kemauan yang kuat dan sungguh-sungguh di awal, tetapi lama-kelamaan ditinggalkan lantaran bosan atau lelah sendiri.
Judi yang terus bertransformasi seiring dengan kemajuan teknologi terus menjadi momok bagi negara ini. Kemampuan aparat negara meng-upgrade diri agar tak ketinggalan teknologi jelas dibutuhkan supaya tak kalah dari para bandar yang semakin lihai. Penanganan saat ini mesti diubah mengingat ajakan berjudi kini berhasil masuk ke ruang privat masyarakat melalui gawai. Tak mengenal strata dan usia, kini iklan ajakan berjudi terus menyapa masyarakat. Patroli di dunia maya harus ditingkatkan agar ruang yang tak terlihat itu bersih dari judi. Di sinilah kemauan dibutuhkan, mau duduk berlama-lama di depan layar komputer untuk memantau aktivitas judi di jagat maya.
telah Sejatinya, instrumen hukum dibuat untuk memberi efek jera untuk mereka. Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024, yang merevisi UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), telah memperingatkan para pelaku maupun orang yang mendistribusikan muatan perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Sering kali, ancaman itu hanya berhenti di atas kertas. Dalam realisasinya, tak sedikit bandar dan pemain judol yang hanya dihukum 3 tahun atau bahkan di bawahnya. Dari situ terlihat jelas tiadanya upaya gayung bersambut dari aparat penegak hukum. Karena itu, jangan pula berharap judol dapat lenyap dari negeri ini jika semua masih jadi standar dalam bekerja. Lebih-lebih, bila judol sengaja dibuat lupa, tanpa disenggol. Kita tak boleh lagi mendiamkan otak di balik judol yang merusak anak bangsa ini terus melenggang karena kita alpa membicarakannya, bahkan tidak serius mengawasinya.
Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan antara pemerintah, penegak hukum, dan maraknya iklan judi online?
Informasi dalam bacaan tersebut menjelaskan pemerintah dan penegak hukum kurang maksimal dalam menangani judol. Terdapat dalam pernyataan “kelengahan pemerintah dan penegak hukum” serta “hangat-hangat tahi ayam” sebagai penyebab maraknya kembali iklan judi online. Dalam bacaan tersebut juga mengkritik ketidaktegasan dalam penegakan hukum, hukuman yang diberikan sering kali lebih ringan dari ancaman yang tertulis dalam undang-undang.
Informasi dalam bacaan tersebut menjelaskan pemerintah dan penegak hukum kurang maksimal dalam menangani judol. Terdapat dalam pernyataan “kelengahan pemerintah dan penegak hukum” serta “hangat-hangat tahi ayam” sebagai penyebab maraknya kembali iklan judi online. Dalam bacaan tersebut juga mengkritik ketidaktegasan dalam penegakan hukum, hukuman yang diberikan sering kali lebih ringan dari ancaman yang tertulis dalam undang-undang.
Sempat redup beberapa bulan, kini tayangan iklan judi online (judol) kembali marak menghiasi layar gawai masyarakat. Materi iklannya masih sama, berisi rayuan untuk kembali mempertaruhkan uang, bahkan kini lebih berani dengan menyematkan tagline ‘pasti menang. Sebuah materi iklan yang sudah sangat kuno, tetapi ternyata masih terbukti ampuh bagi yang berakal pendek. Sudah bisa dipastikan, maraknya kembali iklan judi itu tak lepas dari kelengahan pemerintah dan penegak hukum. Para bandar judi, termasuk masyarakat, sejak awal sudah bisa membaca kebiasaan negara ini dalam menegakkan aturan. Hangat- hangat tahi ayam, demikian kata peribahasa. Kemauan yang kuat dan sungguh-sungguh di awal, tetapi lama-kelamaan ditinggalkan lantaran bosan atau lelah sendiri.
Judi yang terus bertransformasi seiring dengan kemajuan teknologi terus menjadi momok bagi negara ini. Kemampuan aparat negara meng-upgrade diri agar tak ketinggalan teknologi jelas dibutuhkan supaya tak kalah dari para bandar yang semakin lihai. Penanganan saat ini mesti diubah mengingat ajakan berjudi kini berhasil masuk ke ruang privat masyarakat melalui gawai. Tak mengenal strata dan usia, kini iklan ajakan berjudi terus menyapa masyarakat. Patroli di dunia maya harus ditingkatkan agar ruang yang tak terlihat itu bersih dari judi. Di sinilah kemauan dibutuhkan, mau duduk berlama-lama di depan layar komputer untuk memantau aktivitas judi di jagat maya.
telah Sejatinya, instrumen hukum dibuat untuk memberi efek jera untuk mereka. Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024, yang merevisi UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), telah memperingatkan para pelaku maupun orang yang mendistribusikan muatan perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Sering kali, ancaman itu hanya berhenti di atas kertas. Dalam realisasinya, tak sedikit bandar dan pemain judol yang hanya dihukum 3 tahun atau bahkan di bawahnya. Dari situ terlihat jelas tiadanya upaya gayung bersambut dari aparat penegak hukum. Karena itu, jangan pula berharap judol dapat lenyap dari negeri ini jika semua masih jadi standar dalam bekerja. Lebih-lebih, bila judol sengaja dibuat lupa, tanpa disenggol. Kita tak boleh lagi mendiamkan otak di balik judol yang merusak anak bangsa ini terus melenggang karena kita alpa membicarakannya, bahkan tidak serius mengawasinya.
Dalam bacaan tersebut terdapat peribahasa “hangat-hangat tahi ayam” memiliki makna…
tahi ayam” Peribahasa “hangat-hangat secara harfiah menggambarkan sesuatu yang hangat pada awalnya, tetapi kemudian cepat mendingin. Dalam konteks bacaan tersebut, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan upaya pemerintah dan penegak hukum dalam menangani iklan judi online. Pada awalnya, mereka tampak serius dan bersemangat, tetapi kemudian kelengahan muncul dan masalah tersebut kembali marak.
tahi ayam” Peribahasa “hangat-hangat secara harfiah menggambarkan sesuatu yang hangat pada awalnya, tetapi kemudian cepat mendingin. Dalam konteks bacaan tersebut, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan upaya pemerintah dan penegak hukum dalam menangani iklan judi online. Pada awalnya, mereka tampak serius dan bersemangat, tetapi kemudian kelengahan muncul dan masalah tersebut kembali marak.
Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memiliki keberagaman bentuk dan gaya di berbagai daerah. Di antara jenis wayang yang terkenal adalah wayang Jawa dan wayang Bali. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Wayang Jawa memiliki sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram Islam. Seni pertunjukan ini berkembang sebagai sarana penyebaran ajaran Hindu-Buddha dan Islam di Jawa. Seiring waktu, wayang Jawa mengalami perkembangan dalam bentuk penyajian serta cerita yang diadaptasi dari Ramayana dan Mahabharata. Sementara itu, wayang Bali juga memiliki akar dalam pengaruh Hindu-Buddha, tetapi lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali. Sejak dahulu, wayang Bali tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ritual keagamaan yang sakral.
Wayang Jawa memiliki desain yang lebih ramping dan memanjang dengan detail halus dan warna yang lebih lembut. Boneka wayang ini dibuat dengan tangan dan dihiasi dengan warna-warna yang mencerminkan karakter tokoh yang dimainkan. Wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Wayang Jawa biasanya dipentaskan sepanjang malam, dimulai dari malam hingga menjelang fajar. Dalang memainkan boneka wayang di balik layar (kelir) yang diterangi oleh lampu. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan lengkap serta sinden (penyanyi) yang membawakan tembang-tembang khas Jawa. Di Bali, terdapat dua jenis pementasan wayang berdasarkan waktu penyajiannya, yaitu Wayang Lemah dan Wayang Peteng. Wayang Lemah dipentaskan pada siang hari tanpa layar dan lampu, sering kali dalam rangka upacara keagamaan tertentu, sedangkan Wayang Peteng dipentaskan pada malam hari dengan menggunakan layar dan lampu minyak kelapa. Musik pengiring utama dalam wayang Bali adalah gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Wayang Jawa sering kali menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Hindu, Buddha, dan Islam. Pesan moral yang disampaikan dalam wayang Jawa berkaitan dengan kebijaksanaan, pengendalian diri, serta ajaran etika sosial yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, wayang Bali lebih menekankan pada ajaran Hindu Dharma dan keterkaitan manusia dengan alam semesta. Pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.
Simpulan yang tepat mengenai perbedaan antara wayang Jawa dan wayang Bali berdasarkan teks tersebut adalah…
Informasi dalam teks tersebut menjelaskan perbedaan signifikan antara wayang Jawa dan wayang Bali dalam berbagai aspek, termasuk sejarah, bentuk, waktu pementasan, musik pengiring, dan pesan yang disampaikan. Namun, inti dari perbedaan tersebut terletak pada fungsi dan konteks penggunaannya. Wayang Jawa lebih berkembang sebagai sarana hiburan dan penyebaran ajaran agama, dengan cerita yang diadaptasi dari epik Hindu dan penekanan pada nilai-nilai kehidupan. Wayang Bali lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali, dengan pertunjukan yang sering kali bersifat sakral dan digunakan sebagai media pendidikan spiritual.
Informasi dalam teks tersebut menjelaskan perbedaan signifikan antara wayang Jawa dan wayang Bali dalam berbagai aspek, termasuk sejarah, bentuk, waktu pementasan, musik pengiring, dan pesan yang disampaikan. Namun, inti dari perbedaan tersebut terletak pada fungsi dan konteks penggunaannya. Wayang Jawa lebih berkembang sebagai sarana hiburan dan penyebaran ajaran agama, dengan cerita yang diadaptasi dari epik Hindu dan penekanan pada nilai-nilai kehidupan. Wayang Bali lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali, dengan pertunjukan yang sering kali bersifat sakral dan digunakan sebagai media pendidikan spiritual.
Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memiliki keberagaman bentuk dan gaya di berbagai daerah. Di antara jenis wayang yang terkenal adalah wayang Jawa dan wayang Bali. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Wayang Jawa memiliki sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram Islam. Seni pertunjukan ini berkembang sebagai sarana penyebaran ajaran Hindu-Buddha dan Islam di Jawa. Seiring waktu, wayang Jawa mengalami perkembangan dalam bentuk penyajian serta cerita yang diadaptasi dari Ramayana dan Mahabharata. Sementara itu, wayang Bali juga memiliki akar dalam pengaruh Hindu-Buddha, tetapi lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali. Sejak dahulu, wayang Bali tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ritual keagamaan yang sakral.
Wayang Jawa memiliki desain yang lebih ramping dan memanjang dengan detail halus dan warna yang lebih lembut. Boneka wayang ini dibuat dengan tangan dan dihiasi dengan warna-warna yang mencerminkan karakter tokoh yang dimainkan. Wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Wayang Jawa biasanya dipentaskan sepanjang malam, dimulai dari malam hingga menjelang fajar. Dalang memainkan boneka wayang di balik layar (kelir) yang diterangi oleh lampu. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan lengkap serta sinden (penyanyi) yang membawakan tembang-tembang khas Jawa. Di Bali, terdapat dua jenis pementasan wayang berdasarkan waktu penyajiannya, yaitu Wayang Lemah dan Wayang Peteng. Wayang Lemah dipentaskan pada siang hari tanpa layar dan lampu, sering kali dalam rangka upacara keagamaan tertentu, sedangkan Wayang Peteng dipentaskan pada malam hari dengan menggunakan layar dan lampu minyak kelapa. Musik pengiring utama dalam wayang Bali adalah gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Wayang Jawa sering kali menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Hindu, Buddha, dan Islam. Pesan moral yang disampaikan dalam wayang Jawa berkaitan dengan kebijaksanaan, pengendalian diri, serta ajaran etika sosial yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, wayang Bali lebih menekankan pada ajaran Hindu Dharma dan keterkaitan manusia dengan alam semesta. Pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah…
Berdasarkan informasi dalam paragraf keempat, wayang Jawa dimainkan oleh dalang yang diiringi gamelan dan sinden, sedangkan wayang Bali diiringi gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Berdasarkan informasi dalam paragraf keempat, wayang Jawa dimainkan oleh dalang yang diiringi gamelan dan sinden, sedangkan wayang Bali diiringi gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memiliki keberagaman bentuk dan gaya di berbagai daerah. Di antara jenis wayang yang terkenal adalah wayang Jawa dan wayang Bali. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Wayang Jawa memiliki sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram Islam. Seni pertunjukan ini berkembang sebagai sarana penyebaran ajaran Hindu-Buddha dan Islam di Jawa. Seiring waktu, wayang Jawa mengalami perkembangan dalam bentuk penyajian serta cerita yang diadaptasi dari Ramayana dan Mahabharata. Sementara itu, wayang Bali juga memiliki akar dalam pengaruh Hindu-Buddha, tetapi lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali. Sejak dahulu, wayang Bali tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ritual keagamaan yang sakral.
Wayang Jawa memiliki desain yang lebih ramping dan memanjang dengan detail halus dan warna yang lebih lembut. Boneka wayang ini dibuat dengan tangan dan dihiasi dengan warna-warna yang mencerminkan karakter tokoh yang dimainkan. Wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Wayang Jawa biasanya dipentaskan sepanjang malam, dimulai dari malam hingga menjelang fajar. Dalang memainkan boneka wayang di balik layar (kelir) yang diterangi oleh lampu. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan lengkap serta sinden (penyanyi) yang membawakan tembang-tembang khas Jawa. Di Bali, terdapat dua jenis pementasan wayang berdasarkan waktu penyajiannya, yaitu Wayang Lemah dan Wayang Peteng. Wayang Lemah dipentaskan pada siang hari tanpa layar dan lampu, sering kali dalam rangka upacara keagamaan tertentu, sedangkan Wayang Peteng dipentaskan pada malam hari dengan menggunakan layar dan lampu minyak kelapa. Musik pengiring utama dalam wayang Bali adalah gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Wayang Jawa sering kali menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Hindu, Buddha, dan Islam. Pesan moral yang disampaikan dalam wayang Jawa berkaitan dengan kebijaksanaan, pengendalian diri, serta ajaran etika sosial yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, wayang Bali lebih menekankan pada ajaran Hindu Dharma dan keterkaitan manusia dengan alam semesta. Pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.
Menurut bacaan, karakteristik wayang Bali adalah…
Informasi tentang karakteristik fisik wayang Bali terdapat dalam paragraf ketiga. Karakteristik wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Informasi tentang karakteristik fisik wayang Bali terdapat dalam paragraf ketiga. Karakteristik wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memiliki keberagaman bentuk dan gaya di berbagai daerah. Di antara jenis wayang yang terkenal adalah wayang Jawa dan wayang Bali. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Wayang Jawa memiliki sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram Islam. Seni pertunjukan ini berkembang sebagai sarana penyebaran ajaran Hindu-Buddha dan Islam di Jawa. Seiring waktu, wayang Jawa mengalami perkembangan dalam bentuk penyajian serta cerita yang diadaptasi dari Ramayana dan Mahabharata. Sementara itu, wayang Bali juga memiliki akar dalam pengaruh Hindu-Buddha, tetapi lebih erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan Hindu Bali. Sejak dahulu, wayang Bali tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ritual keagamaan yang sakral.
Wayang Jawa memiliki desain yang lebih ramping dan memanjang dengan detail halus dan warna yang lebih lembut. Boneka wayang ini dibuat dengan tangan dan dihiasi dengan warna-warna yang mencerminkan karakter tokoh yang dimainkan. Wayang Bali cenderung lebih kokoh dengan ukiran yang lebih tegas dan ekspresif. Boneka wayang Bali juga memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan wayang Jawa. Bentuk penyangga boneka wayang Bali lebih lurus dibandingkan dengan wayang Jawa yang berliuk-liuk.
Wayang Jawa biasanya dipentaskan sepanjang malam, dimulai dari malam hingga menjelang fajar. Dalang memainkan boneka wayang di balik layar (kelir) yang diterangi oleh lampu. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan lengkap serta sinden (penyanyi) yang membawakan tembang-tembang khas Jawa. Di Bali, terdapat dua jenis pementasan wayang berdasarkan waktu penyajiannya, yaitu Wayang Lemah dan Wayang Peteng. Wayang Lemah dipentaskan pada siang hari tanpa layar dan lampu, sering kali dalam rangka upacara keagamaan tertentu, sedangkan Wayang Peteng dipentaskan pada malam hari dengan menggunakan layar dan lampu minyak kelapa. Musik pengiring utama dalam wayang Bali adalah gender wayang dan dalang juga berperan sebagai penyanyi tanpa kehadiran sinden.
Wayang Jawa sering kali menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Hindu, Buddha, dan Islam. Pesan moral yang disampaikan dalam wayang Jawa berkaitan dengan kebijaksanaan, pengendalian diri, serta ajaran etika sosial yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, wayang Bali lebih menekankan pada ajaran Hindu Dharma dan keterkaitan manusia dengan alam semesta. Pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.
Berdasarkan teks di atas, apa yang dimaksud dengan media pendidikan spiritual dalam konteks pertunjukan wayang Bali?
Dalam teks tersebut secara eksplisit disebutkan bahwa pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai “media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.” Jadi, yang dimaksud dengan media pendidikan spiritual dalam konteks pertunjukan wayang Bali adalah sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka, serta penguatan budaya.
Dalam teks tersebut secara eksplisit disebutkan bahwa pertunjukan wayang Bali sering digunakan sebagai “media pendidikan spiritual, penguatan budaya, serta sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka.” Jadi, yang dimaksud dengan media pendidikan spiritual dalam konteks pertunjukan wayang Bali adalah sarana untuk menghubungkan manusia dengan dewa dan leluhur mereka, serta penguatan budaya.
Petir adalah sebuah cahaya yang terang benderang yang dihasilkan oleh tenaga listrik alam yang terjadi di antara awan-awan atau awan ke tanah. Petir sering terjadi pada saat musim hujan, badai, atau mendung. Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan-muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer. Pada saat musim hujan, keadaan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi yang dapat membuat daya isolasinya turun sehingga arus atau muatan listrik lebih mudah untuk mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan.
Muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara. Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkumpul karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat sehingga menyebabkan sambaran petir. Petir juga bisa terjadi di antara awan yang berbeda muatan. Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan bermuatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitupun sebaliknya jika muatan positif posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan. Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan.
Alangkah baiknya, menjauh dari wilayah yang sering tersambar petir karena petir memiliki suhu dan tegangan yang sangat tinggi serta dapat menyebabkan kematian. Sambaran petir dapat memanaskan udara di sepanjang jalurnya karena adanya pemanasan di udara menyebabkan petir menyebar dengan pesat. Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius.
Setelah petir menyambar, tak lama kemudian suara guntur pun terdengar. Suara gemuruh guntur tercipta ketika petir melewati udara menyebabkan udara menjadi panas dan dingin sehingga menghasilkan gelombang tekanan begitu besar. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula suara guntur yang akan terdengar. Petir menyebabkan guntur sehingga yang lebih dulu muncul adalah petir. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kecepatan cahaya dan suara. Kecepatan cahaya diperkirakan sebesar 190.000 mil/detik sedangkan kecepatan suara sebesar 1000 kaki/detik. Maka dari itu, setelah proses terjadinya petir, kita harus menutup telinga dengan tangan karena suara guntur yang besar.
Menurut bacaan, petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena…
Dalam paragraf pertama kalimat 3 diinformasikan bahwa Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan- muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer.
Dalam paragraf pertama kalimat 3 diinformasikan bahwa Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan- muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer.
Petir adalah sebuah cahaya yang terang benderang yang dihasilkan oleh tenaga listrik alam yang terjadi di antara awan-awan atau awan ke tanah. Petir sering terjadi pada saat musim hujan, badai, atau mendung. Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan-muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer. Pada saat musim hujan, keadaan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi yang dapat membuat daya isolasinya turun sehingga arus atau muatan listrik lebih mudah untuk mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan.
Muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara. Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkumpul karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat sehingga menyebabkan sambaran petir. Petir juga bisa terjadi di antara awan yang berbeda muatan. Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan bermuatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitupun sebaliknya jika muatan positif posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan. Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan.
Alangkah baiknya, menjauh dari wilayah yang sering tersambar petir karena petir memiliki suhu dan tegangan yang sangat tinggi serta dapat menyebabkan kematian. Sambaran petir dapat memanaskan udara di sepanjang jalurnya karena adanya pemanasan di udara menyebabkan petir menyebar dengan pesat. Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius.
Setelah petir menyambar, tak lama kemudian suara guntur pun terdengar. Suara gemuruh guntur tercipta ketika petir melewati udara menyebabkan udara menjadi panas dan dingin sehingga menghasilkan gelombang tekanan begitu besar. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula suara guntur yang akan terdengar. Petir menyebabkan guntur sehingga yang lebih dulu muncul adalah petir. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kecepatan cahaya dan suara. Kecepatan cahaya diperkirakan sebesar 190.000 mil/detik sedangkan kecepatan suara sebesar 1000 kaki/detik. Maka dari itu, setelah proses terjadinya petir, kita harus menutup telinga dengan tangan karena suara guntur yang besar.
Apa yang terjadi ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah?
Informasi dalam paragraf kedua kalimat terakhir Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan. Jadi, hal yang terjadi ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah adalah sebagian energi hilang menjadi energi panas saat melewati udara.
Informasi dalam paragraf kedua kalimat terakhir Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan. Jadi, hal yang terjadi ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah adalah sebagian energi hilang menjadi energi panas saat melewati udara.
Petir adalah sebuah cahaya yang terang benderang yang dihasilkan oleh tenaga listrik alam yang terjadi di antara awan-awan atau awan ke tanah. Petir sering terjadi pada saat musim hujan, badai, atau mendung. Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan-muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer. Pada saat musim hujan, keadaan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi yang dapat membuat daya isolasinya turun sehingga arus atau muatan listrik lebih mudah untuk mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan.
Muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara. Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkumpul karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat sehingga menyebabkan sambaran petir. Petir juga bisa terjadi di antara awan yang berbeda muatan. Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan bermuatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitupun sebaliknya jika muatan positif posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan. Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan.
Alangkah baiknya, menjauh dari wilayah yang sering tersambar petir karena petir memiliki suhu dan tegangan yang sangat tinggi serta dapat menyebabkan kematian. Sambaran petir dapat memanaskan udara di sepanjang jalurnya karena adanya pemanasan di udara menyebabkan petir menyebar dengan pesat. Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius.
Setelah petir menyambar, tak lama kemudian suara guntur pun terdengar. Suara gemuruh guntur tercipta ketika petir melewati udara menyebabkan udara menjadi panas dan dingin sehingga menghasilkan gelombang tekanan begitu besar. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula suara guntur yang akan terdengar. Petir menyebabkan guntur sehingga yang lebih dulu muncul adalah petir. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kecepatan cahaya dan suara. Kecepatan cahaya diperkirakan sebesar 190.000 mil/detik sedangkan kecepatan suara sebesar 1000 kaki/detik. Maka dari itu, setelah proses terjadinya petir, kita harus menutup telinga dengan tangan karena suara guntur yang besar.
Jika suhu udara di sekitar petir meningkat hingga 50.000°Fahrenheit, kemungkinan apa yang terjadi dari kondisi tersebut?
Informasi tentang suhu udara di sekitar petir dapat kita lihat dalam paragraf ketiga: Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius. Berdasarkan pernyataan tersebut, suhu udara yang sangat panas bisa berpotensi menyebabkan kebakaran.
Informasi tentang suhu udara di sekitar petir dapat kita lihat dalam paragraf ketiga: Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius. Berdasarkan pernyataan tersebut, suhu udara yang sangat panas bisa berpotensi menyebabkan kebakaran.
Petir adalah sebuah cahaya yang terang benderang yang dihasilkan oleh tenaga listrik alam yang terjadi di antara awan-awan atau awan ke tanah. Petir sering terjadi pada saat musim hujan, badai, atau mendung. Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik karena terbentuknya konsentrasi muatan-muatan positif dan negatif di dalam awan ataupun perbedaan muatan dengan permukaan bumi yang terjadi di atmosfer. Pada saat musim hujan, keadaan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi yang dapat membuat daya isolasinya turun sehingga arus atau muatan listrik lebih mudah untuk mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan.
Muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara. Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkumpul karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat sehingga menyebabkan sambaran petir. Petir juga bisa terjadi di antara awan yang berbeda muatan. Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan bermuatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitupun sebaliknya jika muatan positif posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan. Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukan merupakan konduktor yang baik untuk listrik sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas saat menjalar ke daratan.
Alangkah baiknya, menjauh dari wilayah yang sering tersambar petir karena petir memiliki suhu dan tegangan yang sangat tinggi serta dapat menyebabkan kematian. Sambaran petir dapat memanaskan udara di sepanjang jalurnya karena adanya pemanasan di udara menyebabkan petir menyebar dengan pesat. Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 50.000°Fahrenheit atau setara dengan 27.760°Celcius.
Setelah petir menyambar, tak lama kemudian suara guntur pun terdengar. Suara gemuruh guntur tercipta ketika petir melewati udara menyebabkan udara menjadi panas dan dingin sehingga menghasilkan gelombang tekanan begitu besar. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula suara guntur yang akan terdengar. Petir menyebabkan guntur sehingga yang lebih dulu muncul adalah petir. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kecepatan cahaya dan suara. Kecepatan cahaya diperkirakan sebesar 190.000 mil/detik sedangkan kecepatan suara sebesar 1000 kaki/detik. Maka dari itu, setelah proses terjadinya petir, kita harus menutup telinga dengan tangan karena suara guntur yang besar.
Apa yang dimaksud dengan “semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula suara guntur yang akan terdengar” dalam bacaan tersebut?
Berdasarkan informasi paragraf keempat dapat disimpulkan bahwa semakin kuat sambaran petir, semakin besar gelombang tekanan yang dihasilkan sehingga suara guntur semakin keras.
Berdasarkan informasi paragraf keempat dapat disimpulkan bahwa semakin kuat sambaran petir, semakin besar gelombang tekanan yang dihasilkan sehingga suara guntur semakin keras.
Selama ini, Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyerang otak dan menyebabkan gangguan daya ingat serta fungsi kognitif. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan mengejutkan: Alzheimer bukan sekadar penyakit biasa, melainkan bisa jadi merupakan infeksi. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa ada kaitan erat antara penyakit gusi dengan Alzheimer. Penelitian ini menemukan keberadaan bakteri Porphyromonas gingivalis- patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi)-di dalam otak pasien Alzheimer yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, para ilmuwan sudah mencurigai adanya hubungan antara kedua kondisi ini, tetapi penelitian ini memberikan bukti yang lebih kuat. Dalam eksperimen pada tikus, infeksi bakteri di mulut ternyata menyebabkan bakteri ini menyebar ke otak dan meningkatkan produksi protein lengket yang disebut amyloid beta, yang selama ini dikaitkan dengan perkembangan Alzheimer.
Selain menemukan bakteri dalam otak pasien Alzheimer, penelitian ini juga mengidentifikasi enzim beracun yang disebut gingipains yang diproduksi oleh P. gingivalis. Enzim ini ditemukan dalam jumlah tinggi pada otak pasien Alzheimer dan berkorelasi dengan dua penanda utama penyakit ini, yaitu protein tau dan protein ubiquitin. Yang lebih mengejutkan, enzim beracun ini juga ditemukan di otak orang yang belum pernah didiagnosis Alzheimer. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi bakteri mungkin terjadi sebelum gejala demensia muncul. Para ilmuwan menjelaskan dalam makalah mereka, “Penemuan antigen gingipain di otak individu dengan patologi Alzheimer, tetapi tanpa diagnosis demensia, menunjukkan bahwa infeksi otak dengan P. gingivalis bukanlah akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan merupakan kejadian awal yang dapat menjelaskan patologi yang ditemukan pada individu paruh baya sebelum terjadi penurunan kognitif.”
Penelitian ini membawa secercah harapan dalam pengobatan Alzheimer. Tim ilmuwan mengembangkan senyawa bernama COR388, yang dalam uji coba pada tikus terbukti mampu mengurangi jumlah bakteri P. gingivalis di otak, sekaligus menekan produksi amyloid-beta dan peradangan saraf. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal dan uji coba, baru dilakukan pada tikus, para ahli optimistis bahwa pendekatan ini bisa menjadi salah satu langkah baru dalam mengatasi Alzheimer. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances dan komunitas ilmiah kini menunggu hasil studi lanjutan untuk mengonfirmasi hubungan antara penyakit gusi dan Alzheimer. Jika hipotesis ini terbukti benar, menjaga kesehatan gigi dan mulut mungkin akan menjadi salah satu cara untuk mencegah Alzheimer di masa depan.
“Penemuan antigen gingipain di otak individu dengan patologi Alzheimer, tetapi tanpa diagnosis demensia, menunjukkan bahwa infeksi otak dengan P. gingivalis bukanlah akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan merupakan kejadian awal yang dapat menjelaskan patologi yang ditemukan pada individu paruh baya sebelum terjadi penurunan kognitif” maksud pernyataan tersebut adalah…
Pembahasan: Berdasarkan informasi pada paragraf kedua, maksud penyataan tersebut adalah infeksi otak dengan P. gingivalis bukan akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan dari kejadian sebelum terjadi demensia.
Pembahasan: Berdasarkan informasi pada paragraf kedua, maksud penyataan tersebut adalah infeksi otak dengan P. gingivalis bukan akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan dari kejadian sebelum terjadi demensia.
Selama ini, Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyerang otak dan menyebabkan gangguan daya ingat serta fungsi kognitif. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan mengejutkan: Alzheimer bukan sekadar penyakit biasa, melainkan bisa jadi merupakan infeksi. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa ada kaitan erat antara penyakit gusi dengan Alzheimer. Penelitian ini menemukan keberadaan bakteri Porphyromonas gingivalis- patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi)-di dalam otak pasien Alzheimer yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, para ilmuwan sudah mencurigai adanya hubungan antara kedua kondisi ini, tetapi penelitian ini memberikan bukti yang lebih kuat. Dalam eksperimen pada tikus, infeksi bakteri di mulut ternyata menyebabkan bakteri ini menyebar ke otak dan meningkatkan produksi protein lengket yang disebut amyloid beta, yang selama ini dikaitkan dengan perkembangan Alzheimer.
Selain menemukan bakteri dalam otak pasien Alzheimer, penelitian ini juga mengidentifikasi enzim beracun yang disebut gingipains yang diproduksi oleh P. gingivalis. Enzim ini ditemukan dalam jumlah tinggi pada otak pasien Alzheimer dan berkorelasi dengan dua penanda utama penyakit ini, yaitu protein tau dan protein ubiquitin. Yang lebih mengejutkan, enzim beracun ini juga ditemukan di otak orang yang belum pernah didiagnosis Alzheimer. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi bakteri mungkin terjadi sebelum gejala demensia muncul. Para ilmuwan menjelaskan dalam makalah mereka, “Penemuan antigen gingipain di otak individu dengan patologi Alzheimer, tetapi tanpa diagnosis demensia, menunjukkan bahwa infeksi otak dengan P. gingivalis bukanlah akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan merupakan kejadian awal yang dapat menjelaskan patologi yang ditemukan pada individu paruh baya sebelum terjadi penurunan kognitif.”
Penelitian ini membawa secercah harapan dalam pengobatan Alzheimer. Tim ilmuwan mengembangkan senyawa bernama COR388, yang dalam uji coba pada tikus terbukti mampu mengurangi jumlah bakteri P. gingivalis di otak, sekaligus menekan produksi amyloid-beta dan peradangan saraf. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal dan uji coba, baru dilakukan pada tikus, para ahli optimistis bahwa pendekatan ini bisa menjadi salah satu langkah baru dalam mengatasi Alzheimer. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances dan komunitas ilmiah kini menunggu hasil studi lanjutan untuk mengonfirmasi hubungan antara penyakit gusi dan Alzheimer. Jika hipotesis ini terbukti benar, menjaga kesehatan gigi dan mulut mungkin akan menjadi salah satu cara untuk mencegah Alzheimer di masa depan.
Menurut bacaan, pengembangan senyawa COR388 di masa depan memungkinkan…
Berdasarkan informasi dalam paragraf ketiga, senyawa COR388 yang dalam uji coba pada tikus terbukti mampu mengurangi jumlah bakteri P. gingivalis di otak, sekaligus menekan produksi amyloid-beta dan peradangan saraf. Jika hipotesis tersebut terbukti benar, menjaga kesehatan gigi dan mulut mungkin akan menjadi salah satu cara untuk mencegah Alzheimer di masa depan.
Berdasarkan informasi dalam paragraf ketiga, senyawa COR388 yang dalam uji coba pada tikus terbukti mampu mengurangi jumlah bakteri P. gingivalis di otak, sekaligus menekan produksi amyloid-beta dan peradangan saraf. Jika hipotesis tersebut terbukti benar, menjaga kesehatan gigi dan mulut mungkin akan menjadi salah satu cara untuk mencegah Alzheimer di masa depan.
Selama ini, Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyerang otak dan menyebabkan gangguan daya ingat serta fungsi kognitif. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan mengejutkan: Alzheimer bukan sekadar penyakit biasa, melainkan bisa jadi merupakan infeksi. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa ada kaitan erat antara penyakit gusi dengan Alzheimer. Penelitian ini menemukan keberadaan bakteri Porphyromonas gingivalis- patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi)-di dalam otak pasien Alzheimer yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, para ilmuwan sudah mencurigai adanya hubungan antara kedua kondisi ini, tetapi penelitian ini memberikan bukti yang lebih kuat. Dalam eksperimen pada tikus, infeksi bakteri di mulut ternyata menyebabkan bakteri ini menyebar ke otak dan meningkatkan produksi protein lengket yang disebut amyloid beta, yang selama ini dikaitkan dengan perkembangan Alzheimer.
Selain menemukan bakteri dalam otak pasien Alzheimer, penelitian ini juga mengidentifikasi enzim beracun yang disebut gingipains yang diproduksi oleh P. gingivalis. Enzim ini ditemukan dalam jumlah tinggi pada otak pasien Alzheimer dan berkorelasi dengan dua penanda utama penyakit ini, yaitu protein tau dan protein ubiquitin. Yang lebih mengejutkan, enzim beracun ini juga ditemukan di otak orang yang belum pernah didiagnosis Alzheimer. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi bakteri mungkin terjadi sebelum gejala demensia muncul. Para ilmuwan menjelaskan dalam makalah mereka, “Penemuan antigen gingipain di otak individu dengan patologi Alzheimer, tetapi tanpa diagnosis demensia, menunjukkan bahwa infeksi otak dengan P. gingivalis bukanlah akibat dari perawatan gigi yang buruk setelah timbulnya demensia, melainkan merupakan kejadian awal yang dapat menjelaskan patologi yang ditemukan pada individu paruh baya sebelum terjadi penurunan kognitif.”
Penelitian ini membawa secercah harapan dalam pengobatan Alzheimer. Tim ilmuwan mengembangkan senyawa bernama COR388, yang dalam uji coba pada tikus terbukti mampu mengurangi jumlah bakteri P. gingivalis di otak, sekaligus menekan produksi amyloid-beta dan peradangan saraf. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal dan uji coba, baru dilakukan pada tikus, para ahli optimistis bahwa pendekatan ini bisa menjadi salah satu langkah baru dalam mengatasi Alzheimer. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances dan komunitas ilmiah kini menunggu hasil studi lanjutan untuk mengonfirmasi hubungan antara penyakit gusi dan Alzheimer. Jika hipotesis ini terbukti benar, menjaga kesehatan gigi dan mulut mungkin akan menjadi salah satu cara untuk mencegah Alzheimer di masa depan.
Berdasarkan bacaan, bakteri Porphyromonas gingivalis adalah…
Dalam paragraf pertama terdapat kalimat Penelitian ini menemukan keberadaan bakteri Porphyromonas gingivalis-patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi)- di dalam otak pasien Alzheimer yang telah meninggal dunia. Berdasarkan kalimat tersebut, kita dapatkan informasi bakteri Porphyromonas gingivalis adalah patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi).
Dalam paragraf pertama terdapat kalimat Penelitian ini menemukan keberadaan bakteri Porphyromonas gingivalis-patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi)- di dalam otak pasien Alzheimer yang telah meninggal dunia. Berdasarkan kalimat tersebut, kita dapatkan informasi bakteri Porphyromonas gingivalis adalah patogen utama penyebab periodontitis kronis (penyakit gusi).
Dua hari kemudian, entah ada dorongan apa yang mendorong Yu Tinah dan anaknya, Kiran, 9 tahun, untuk makan di luar. Semula aku hanya ingin membeli selimut ringan di mal untuk jaga- jaga di kereta saat kembali ke Jakarta. Anak itu suka sekali es krim. Kadang-kadang kubelikan es krim dari pasar swalayan sebagai oleh-oleh. Maka, ketika melewati lapak es krim gelato di lantai dasar, aku berhenti. “Mau?”
Dia mengangguk cepat. Siang itu, dia memilih gelato oreo, lalu menikmatinya sampai matanya terpejam.
“Enak sekali Budhe, terima kasih,” katanya, terbata.
Entah kenapa dadaku berpasir melihat anak itu menjilati es krimnya dengan sepenuh hati. Saya juga mampir di restoran untuk membeli bakmi goreng.
“Mahal, Budhe, jangan beli di sini,” bisik Kiran, yang kujawab dengan senyum.
Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti. Dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap. Siang ini kami mau makan lesehan dengan ayam ingkung, masakan tradisional khas kota itu. Makan siangnya terasa berbeda. Aku melihat Yu Tinah dan Kiran makan dengan lahap. Berkali-kali Yu Tinah mengucap ‘matur nuwun. Wajahnya semringah. Makanannya memang sangat enak, bumbunya pas. Piringku tandas, mungkin aku lapar karena jam makan siang sudah hampir terlewati, tetapi aku mencecap rasa enak yang berbeda dalam segunduk nasi, sepotong ayam dan arèh, dilengkapi sambal; enak bukan pada indra perasa, tapi kenikmatan yang menyatukan seluruh indraku sampai sulit menggambarkannya. Entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah….
Suasana hati seperti itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika menikmati makan siangku hanya dengan oseng tempe cabe hijau buatan Yu Tinah, sambil memandangi hujan yang jatuh dari jendela kaca di siang hari yang senyap. Aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Tema kutipan cerita tersebut adalah…
Dalam teks tersebut digambarkan momen kebersamaan antara tokoh aku dengan Yu Tinah dan Kiran. Tokoh aku merasakan kebahagiaan yang mendalam saat melihat mereka menikmati makanan sederhana. Rasa syukur atas momen tersebut menjadi inti dari tema cerita.
Dalam teks tersebut digambarkan momen kebersamaan antara tokoh aku dengan Yu Tinah dan Kiran. Tokoh aku merasakan kebahagiaan yang mendalam saat melihat mereka menikmati makanan sederhana. Rasa syukur atas momen tersebut menjadi inti dari tema cerita.
Dua hari kemudian, entah ada dorongan apa yang mendorong Yu Tinah dan anaknya, Kiran, 9 tahun, untuk makan di luar. Semula aku hanya ingin membeli selimut ringan di mal untuk jaga- jaga di kereta saat kembali ke Jakarta. Anak itu suka sekali es krim. Kadang-kadang kubelikan es krim dari pasar swalayan sebagai oleh-oleh. Maka, ketika melewati lapak es krim gelato di lantai dasar, aku berhenti. “Mau?”
Dia mengangguk cepat. Siang itu, dia memilih gelato oreo, lalu menikmatinya sampai matanya terpejam.
“Enak sekali Budhe, terima kasih,” katanya, terbata.
Entah kenapa dadaku berpasir melihat anak itu menjilati es krimnya dengan sepenuh hati. Saya juga mampir di restoran untuk membeli bakmi goreng.
“Mahal, Budhe, jangan beli di sini,” bisik Kiran, yang kujawab dengan senyum.
Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti. Dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap. Siang ini kami mau makan lesehan dengan ayam ingkung, masakan tradisional khas kota itu. Makan siangnya terasa berbeda. Aku melihat Yu Tinah dan Kiran makan dengan lahap. Berkali-kali Yu Tinah mengucap ‘matur nuwun. Wajahnya semringah. Makanannya memang sangat enak, bumbunya pas. Piringku tandas, mungkin aku lapar karena jam makan siang sudah hampir terlewati, tetapi aku mencecap rasa enak yang berbeda dalam segunduk nasi, sepotong ayam dan arèh, dilengkapi sambal; enak bukan pada indra perasa, tapi kenikmatan yang menyatukan seluruh indraku sampai sulit menggambarkannya. Entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah….
Suasana hati seperti itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika menikmati makan siangku hanya dengan oseng tempe cabe hijau buatan Yu Tinah, sambil memandangi hujan yang jatuh dari jendela kaca di siang hari yang senyap. Aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Perilaku tokoh aku yang tidak menunjukkan rasa empatinya terhadap Kiran adalah…
Berdasarkan teks tersebut, beberapa tindakan tokoh aku: membelikan es krim gelato, membelikan bakmi goreng, mengajak makan di lesehan ayam ingkung, dan merasa terharu merupakan perilaku yang menggambarkan tokoh memiliki empati terhadap Kinan.
Berdasarkan teks tersebut, beberapa tindakan tokoh aku: membelikan es krim gelato, membelikan bakmi goreng, mengajak makan di lesehan ayam ingkung, dan merasa terharu merupakan perilaku yang menggambarkan tokoh memiliki empati terhadap Kinan.
Dua hari kemudian, entah ada dorongan apa yang mendorong Yu Tinah dan anaknya, Kiran, 9 tahun, untuk makan di luar. Semula aku hanya ingin membeli selimut ringan di mal untuk jaga- jaga di kereta saat kembali ke Jakarta. Anak itu suka sekali es krim. Kadang-kadang kubelikan es krim dari pasar swalayan sebagai oleh-oleh. Maka, ketika melewati lapak es krim gelato di lantai dasar, aku berhenti. “Mau?”
Dia mengangguk cepat. Siang itu, dia memilih gelato oreo, lalu menikmatinya sampai matanya terpejam.
“Enak sekali Budhe, terima kasih,” katanya, terbata.
Entah kenapa dadaku berpasir melihat anak itu menjilati es krimnya dengan sepenuh hati. Saya juga mampir di restoran untuk membeli bakmi goreng.
“Mahal, Budhe, jangan beli di sini,” bisik Kiran, yang kujawab dengan senyum.
Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti. Dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap. Siang ini kami mau makan lesehan dengan ayam ingkung, masakan tradisional khas kota itu. Makan siangnya terasa berbeda. Aku melihat Yu Tinah dan Kiran makan dengan lahap. Berkali-kali Yu Tinah mengucap ‘matur nuwun. Wajahnya semringah. Makanannya memang sangat enak, bumbunya pas. Piringku tandas, mungkin aku lapar karena jam makan siang sudah hampir terlewati, tetapi aku mencecap rasa enak yang berbeda dalam segunduk nasi, sepotong ayam dan arèh, dilengkapi sambal; enak bukan pada indra perasa, tapi kenikmatan yang menyatukan seluruh indraku sampai sulit menggambarkannya. Entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah….
Suasana hati seperti itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika menikmati makan siangku hanya dengan oseng tempe cabe hijau buatan Yu Tinah, sambil memandangi hujan yang jatuh dari jendela kaca di siang hari yang senyap. Aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Reaksi tokoh aku yang matanya menjadi basah saat makan siang di lesehan menunjukkan…
Berdasarkan teks tersebut, entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah, alasan tokoh aku yang matanya menjadi basah karena tokoh aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Berdasarkan teks tersebut, entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah, alasan tokoh aku yang matanya menjadi basah karena tokoh aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Dua hari kemudian, entah ada dorongan apa yang mendorong Yu Tinah dan anaknya, Kiran, 9 tahun, untuk makan di luar. Semula aku hanya ingin membeli selimut ringan di mal untuk jaga- jaga di kereta saat kembali ke Jakarta. Anak itu suka sekali es krim. Kadang-kadang kubelikan es krim dari pasar swalayan sebagai oleh-oleh. Maka, ketika melewati lapak es krim gelato di lantai dasar, aku berhenti. “Mau?”
Dia mengangguk cepat. Siang itu, dia memilih gelato oreo, lalu menikmatinya sampai matanya terpejam.
“Enak sekali Budhe, terima kasih,” katanya, terbata.
Entah kenapa dadaku berpasir melihat anak itu menjilati es krimnya dengan sepenuh hati. Saya juga mampir di restoran untuk membeli bakmi goreng.
“Mahal, Budhe, jangan beli di sini,” bisik Kiran, yang kujawab dengan senyum.
Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti. Dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap. Siang ini kami mau makan lesehan dengan ayam ingkung, masakan tradisional khas kota itu. Makan siangnya terasa berbeda. Aku melihat Yu Tinah dan Kiran makan dengan lahap. Berkali-kali Yu Tinah mengucap ‘matur nuwun. Wajahnya semringah. Makanannya memang sangat enak, bumbunya pas. Piringku tandas, mungkin aku lapar karena jam makan siang sudah hampir terlewati, tetapi aku mencecap rasa enak yang berbeda dalam segunduk nasi, sepotong ayam dan arèh, dilengkapi sambal; enak bukan pada indra perasa, tapi kenikmatan yang menyatukan seluruh indraku sampai sulit menggambarkannya. Entah apa yang kurasakan, tapi mataku basah….
Suasana hati seperti itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika menikmati makan siangku hanya dengan oseng tempe cabe hijau buatan Yu Tinah, sambil memandangi hujan yang jatuh dari jendela kaca di siang hari yang senyap. Aku merasakan kenikmatan luar biasa dan rasa syukur yang tiba-tiba menyergap. Peristiwa itu membuat kedalaman kebahagiaan. Terasa cinta yang penuh menyelimuti seluruh diriku, sampai aku tak mampu menahan agar air mataku tidak jatuh.
Ketika aku membeli bakmi goreng untuk Kiran, hal yang paling mungkin dipikirkan oleh tokoh aku adalah…
Berdasarkan pernyataan dalam teks tersebut: Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti, dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap menggambarkan bahwa tokoh aku mengetahui bakmi goreng adalah makanan kesukaan Kinan. Ungkapan mata berkejap-kejap menggambarkan kebahagiaan yang dirasakan Kinan.
Berdasarkan pernyataan dalam teks tersebut: Kiran suka sekali bakmi goreng, kubungkuskan untuk malam nanti, dia mengangguk dengan mata bekerjap-kerjap menggambarkan bahwa tokoh aku mengetahui bakmi goreng adalah makanan kesukaan Kinan. Ungkapan mata berkejap-kejap menggambarkan kebahagiaan yang dirasakan Kinan.
Seruan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai ukuran besar seperti galon bisa jadi tak asing di telinga banyak orang. Biasanya, seruan tersebut digaungkan dengan dalih keberlanjutan lingkungan lantaran kemasan galon sekali pakai dinilai sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan. Namun, apakah benar kemasan galon sekali pakai merupakan penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan dan menghindari penggunaannya jadi satu-satunya solusi? Jika mengacu pada hasil penelitian Net Zero Waste Management Consortium (NZWMC) yang menyoroti top 25 sampah plastik di enam kota, makanya jawabannya tidak. Sebab, berdasarkan penelitian tersebut, jenis sampah yang mendominasi lingkungan justru ditempati oleh plastik kemasan kecil, seperti saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan (AMDK).
Dalam laporan NZWMC, kemasan saset disebutkan menempati posisi tertinggi dengan total 152.783 sampah. Kemudian, urutan temuan terbanyak kedua disusul gelas plastik AMDK dengan total sampah mencapai 135.383 buah. “Sampah plastik yang paling banyak ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA), badan sungai, hingga laut adalah serpihan plastik kemasan kecil, seperti saset dan gelas plastik AMDK,” ujar Founder NZWMC, Ahmad Safrudin. Terkait kemasan sekali pakai, NZWMC tidak menemukan kemasan jenis ini. Menurut Ahmad, hal ini memang wajar karena galon sekali pakai umumnya terbuat dari polyethylene terephthalate (PET). Biasanya, PET banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman karena sifatnya yang ringan dan kuat. Kemasan jenis tersebut juga cenderung ramah lingkungan karena terserap dalam sistem daur ulang. Ini lantaran galon jenis ini punya nilai ekonomi yang tinggi dan infrastruktur pengelolaannya yang sudah berkembang sehingga lebih banyak dikumpulkan.
Senada dengan Ahmad, CEO Kita Bumi Hadiyan, Fariz Azhar Hadiyan menjelaskan bahwa kemasan ukuran besar jenis PET yang bening jarang ditemukan di TPA karena sudah terserap oleh beragam pihak untuk didaur ulang. Dalam sistem pengelolaan, galon PET biasanya akan dikumpulkan, dicuci, dihancurkan menjadi serpihan kecil, lalu dilebur menjadi bahan baku plastik baru. “Kemudian, produk hasil daur ulangnya dapat digunakan kembali dalam berbagai industri, termasuk tekstil, kemasan makanan, hingga menjadi galon baru,” jelas Fariz.
Berdasarkan bacaan, simpulan yang tepat berdasarkan seruan pengurangan penggunaan kemasan galon sekali pakai adalah…
Simpulan merupakan gambaran keseluruhan isi teks. Isi teks tersebut berkaitan dengan seruan tentang mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai ukuran besar seperti galon, tetapi tidak ditujukan untuk galon, melainkan kemasan plastik kecil, seperti saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan. Jadi, seruan tersebut dirasa berlebihan karena penyumbang sampah plastik utama adalah saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan, bukan galon berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh NZWMC.
Simpulan merupakan gambaran keseluruhan isi teks. Isi teks tersebut berkaitan dengan seruan tentang mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai ukuran besar seperti galon, tetapi tidak ditujukan untuk galon, melainkan kemasan plastik kecil, seperti saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan. Jadi, seruan tersebut dirasa berlebihan karena penyumbang sampah plastik utama adalah saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan, bukan galon berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh NZWMC.
Seruan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai ukuran besar seperti galon bisa jadi tak asing di telinga banyak orang. Biasanya, seruan tersebut digaungkan dengan dalih keberlanjutan lingkungan lantaran kemasan galon sekali pakai dinilai sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan. Namun, apakah benar kemasan galon sekali pakai merupakan penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan dan menghindari penggunaannya jadi satu-satunya solusi? Jika mengacu pada hasil penelitian Net Zero Waste Management Consortium (NZWMC) yang menyoroti top 25 sampah plastik di enam kota, makanya jawabannya tidak. Sebab, berdasarkan penelitian tersebut, jenis sampah yang mendominasi lingkungan justru ditempati oleh plastik kemasan kecil, seperti saset dan gelas plastik air minum dalam kemasan (AMDK).
Dalam laporan NZWMC, kemasan saset disebutkan menempati posisi tertinggi dengan total 152.783 sampah. Kemudian, urutan temuan terbanyak kedua disusul gelas plastik AMDK dengan total sampah mencapai 135.383 buah. “Sampah plastik yang paling banyak ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA), badan sungai, hingga laut adalah serpihan plastik kemasan kecil, seperti saset dan gelas plastik AMDK,” ujar Founder NZWMC, Ahmad Safrudin. Terkait kemasan sekali pakai, NZWMC tidak menemukan kemasan jenis ini. Menurut Ahmad, hal ini memang wajar karena galon sekali pakai umumnya terbuat dari polyethylene terephthalate (PET). Biasanya, PET banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman karena sifatnya yang ringan dan kuat. Kemasan jenis tersebut juga cenderung ramah lingkungan karena terserap dalam sistem daur ulang. Ini lantaran galon jenis ini punya nilai ekonomi yang tinggi dan infrastruktur pengelolaannya yang sudah berkembang sehingga lebih banyak dikumpulkan.
Senada dengan Ahmad, CEO Kita Bumi Hadiyan, Fariz Azhar Hadiyan menjelaskan bahwa kemasan ukuran besar jenis PET yang bening jarang ditemukan di TPA karena sudah terserap oleh beragam pihak untuk didaur ulang. Dalam sistem pengelolaan, galon PET biasanya akan dikumpulkan, dicuci, dihancurkan menjadi serpihan kecil, lalu dilebur menjadi bahan baku plastik baru. “Kemudian, produk hasil daur ulangnya dapat digunakan kembali dalam berbagai industri, termasuk tekstil, kemasan makanan, hingga menjadi galon baru,” jelas Fariz.
Jika Anda adalah seorang pengusaha minuman, tindakan apa yang akan Anda ambil berdasarkan informasi dari teks tersebut?
Berdasarkan isi teks tersebut, masalah utamanya adalah penggunaan plastik kecil bukan galon. Hal yang paling logis untuk kita lakukan apabila menjadi seorang pengusaha minuman adalah mengurangi penggunaan kemasan dan gelas plastik AMDK.
Berdasarkan isi teks tersebut, masalah utamanya adalah penggunaan plastik kecil bukan galon. Hal yang paling logis untuk kita lakukan apabila menjadi seorang pengusaha minuman adalah mengurangi penggunaan kemasan dan gelas plastik AMDK.